KRETEK

Kiprah PT. Gudang Garam Tbk. senantiasa ditandai dengan kerja keras, komitmen, inovasi, serta pencapaian yang membanggakan.

JENIS-JENIS KRETEK

 

SIGARET KLOBOT KRETEK

Ini adalah wujud asli kretek pada awal penciptaaannya. Kretek jenis ini menggunakan klobot (daun jagung yang dikeringkan) sebagai pembungkus setiap batang kretek yang dilinting dengan tangan. Meski sudah jarang ada, jenis kretek klobot masih bisa ditemukan di daerah pedesaan Jawa Timur. Biasanya, kretek klobot populer di kalangan warga berusia senior.

 

SIGARET KRETEK LINTING-TANGAN

Diperkenalkan pada tahun 1913, jenis kretek yang dibungkus dengan kertas ini merupakan produk kretek pertama yang diproduksi dalam jumlah masal untuk tujuan komersil. Sesuai namanya, setiap batang kretek dilinting dengan tangan oleh para pekerja yang biasanya dilakukan sambil duduk di lantai. Baru pada tahun 1970, peraturan pemerintah mewajibkan perusahaan menyediakan meja dan kursi bagi para pekerja pabrik kretek. Sigaret kretek linting-tangan, yang tidak dilengkapi filter ini, terus menjadi pilihan populer hingga saat ini.

 

SIGARET KRETEK MESIN

Diluncurkan pada tahun 1974, sigaret kretek mesin merupakan sebuah produk yang booming dalam riwayat industri kretek. Jenis kretek ini dilengkapi oleh filter dan memiliki penampilan serupa dengan rokok merek Barat, yaitu seragam dari segi bentuk, ukuran, dan warna dalam setiap batangnya.

 

Sumber: adaptasi dari Hanusz, Mark. Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia's Clove Cigarettes, Singapore: Equinox Publishing (Asia) Pte. Ltd. (2000)

KRETEK DI INDONESIA


SENI MENCIPTAKAN KRETEK

Sebagai sebuah produk yang unik, pembuatan kretek melibatkan proses yang lebih rumit dibandingkan jenis rokok lainnya. Selain komposisi rajangan tembakau dan cengkeh yang tepat, cita rasa kretek juga dipengaruhi oleh saus yang ditambahkan di tengah proses produksi.

Sebuah campuran untuk kretek bisa menggunakan lebih dari 30 jenis tembakau yang berbeda untuk menciptakan keseimbangan rasa. Saus yang digunakan juga terbuat dari hingga 100 jenis bahan yang berbeda untuk menghasilkan cita rasa tertentu. Usia daun tembakau yang digunakan amat menentukan cita rasa kretek, begitu pula keseimbangan proporsi daun tembakau dan cengkeh di dalam campuran kretek. Terakhir, untuk memberikan rasa manis, ditambahkan sakarin pada kertas pembungkus kretek.

 

1001 CARA MENIKMATI KRETEK

Bagi sebagian orang, menikmati kretek merupakan ritual harian yang pantang terlewatkan. Ada yang menikmati kretek untuk menciptakan suasana rileks, dan ada pula yang memanfaatkan kretek sebagai pemecah kekakuan dalam pergaulan. Sebagian orang lainnya menikmati kretek untuk merayakan momen-momen istimewa seperti perayaan hari jadi dan lain-lain. Selaras dengan banyaknya varian kretek yang beredar di pasaran, ada banyak pula cara yang bisa dilakukan untuk menikmati kretek.

 

Sumber: disadur dari Hanusz, Mark. Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia's Clove Cigarettes, Singapore: Equinox Publishing (Asia) Pte. Ltd. (2000)

TEMBAKAU

Penduduk Indonesia mulai mengenal tembakau pada abad ke-17 melalui bangsa Eropa. Saat ini, Indonesia terkenal sebagai salah satu negara penghasil tembakau kualitas terbaik di dunia. Ada lebih dari 100 varietas tembakau yang tumbuh di Indonesia, di atas lebih dari 250 ribu hektar lahan yang mayoritas berlokasi Sumatera, Jawa, Bali, dan Lombok. Ada banyak hal yang mempengaruhi cita rasa serta kandungan nikotin di dalam daun tembakau, yaitu jenis dan ketinggian tanah tempat tumbuhan tersebut ditanam, curah hujan, cuaca, serta tradisi bercocok tanam para petani.

Penanaman tembakau biasanya dilakukan pada bulan April. Butuh waktu sekitar enam bulan kemudian untuk memanen tembakau. Setelah dipanen, dauh tembakau kemudian disobek-sobek dengan tangan dan dikeringkan di bawah terik sinar matahari selama dua hari. Kemudian, daun tembakau tersebut dipilah berdasarkan kualitasnya untuk kemudian dijual kepada pabrik rokok. Di pabrik, daun tembakau ada yang langsung digunakan, namun ada pula yang disimpan hingga bertahun-tahun, sesuai dengan resep yang dibutuhkan untuk membuat kretek merek tertentu.

 

CENGKEH

Seperti tembakau, tanaman cengkeh juga tumbuh subur di Indonesia. Bagian dari tanaman cengkeh yang biasa digunakan adalah bagian bunga yang belum mekar. Meski dimanfaatkan untuk berbagai keperluan oleh banyak bangsa di seluruh dunia—mulai dari India sampai Eropa, dulu pohon cengkeh hanya tumbuh di “pulau rempah” Maluku. Itu sebabnya cengkeh dihargai dengan nilai tinggi dan diburu oleh banyak orang.

Rempah berharga ini juga secara tidak langsung ikut andil membentuk negara Indonesia seperti saat ini. Tak kurang dari bangsa Belanda, Inggris, Spanyol, dan Portugis, dulu saling berebut ingin menguasai dan mendominasi perdagangan cengkeh di Indonesia.

Meski kini cengkeh sudah dibudidayakan di negara-negara lain, Indonesia tetap menjadi penghasil cengkeh terbesar di dunia. Ini merupakan suatu berkah, karena industri kretek di membutuhkan pasokan cengkeh yang besar setiap tahunnya, atau sekitar sekitar 95% dari hasil cengkeh sedunia.

Pohon cengkeh membutuhkan waktu setidaknya lima tahun untuk tumbuh dewasa dan siap dipanen. Bunga cengkeh dipetik dengan tangan oleh para pekerja, kemudian dikeringkan di bawah sinar matahari. Setelah itu, cengkeh ditimbang, dijual, kemudian dirajang dengan mesin sebelum ditambahkan ke dalam campuran tembakau untuk membuat kretek.

 

SAUS RAHASIA

Komponen terakhir dalam pembuatan kretek adalah saus, yang terbuat dari beraneka rempah dan ekstrak buah-buahan untuk menciptakan aroma serta cita rasa tertentu. Selain komposisi campuran tembakau dan cengkeh, saus inilah yang menjadi pembeda antara setiap merek dan varian kretek.

 

Sumber: disadur dari Hanusz, Mark. Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia's Clove Cigarettes, Singapore: Equinox Publishing (Asia) Pte. Ltd. (2000)

PERKEBUNAN TEMBAKAU DAN CENGKEH

 

TEMBAKAU

 

Sekilas, penampilan biji tembakau amat mirip dengan bubuk kopi instan. Karenanya, butiran biji tembakau yang amat halus tersebut harus disimpan di dalam tempat khusus selama 60 hari sebelum disemai di ladang. Selama beberapa minggu, tanah di sekitar benih yang sudah ditanam sebaiknya dipadatkan untuk melindungi benih serta menguatkan akarnya.

Petani tembakau biasanya akan memanen tembakau dengan cara memotongnya menggunakan tangan dalam waktu sekitar dua hingga tiga bulan setelah ditanam. Hasil panen tembakau di atas satu hektar ladang kira-kira adalah 22 lembar daun dikalikan dengan 8000 tanaman.

 

CENGKEH

Cengkeh tumbuh subur jika ditanam pada tanah yang liat dan subur di tempat beriklim tropis dengan kelembaban tinggi, seperti di Indonesia. Iklim yang lebih sejuk dengan curah hujan merata merupakan tempat ideal yang bisa meningkatkan produksi bunga cengkeh. Cengkeh tumbuh subur pada lahan pertanian dengan curah hujan tahunan antara 150-300 mm dan dapat ditanam pada ketinggian 1500 m di atas permukaan laut.

Pohon cengkeh akan mulai berbunga pada tahun keempat setelah ditanam. Masa berbunga pohon cengkeh bervariasi, antara bulan September-Oktober, dan antara bulan Desember-Januari jika ditanam pada daerah tinggi. Yang dipanen adalah bunga cengkeh pada saat kelopaknya masih tertutup dan berbentuk bulat, sebelum warnanya berubah menjadi merah muda. Pemanenan cengkeh harus dilakukan tanpa merusak cabang pohon, karena nantinya bisa mempengaruhi kesuburan pohon cengkeh. Berat bunga cengkeh yang sudah dikeringkan kira-kira sepertiga berat bunganya pada saat dipetik.